Palari Films merayakan satu dekade perjalanan di industri perfilman Tanah Air melalui momentum bertajuk A Decade of Voyage. Dalam perayaan ini, Palari Films mengumumkan tujuh proyek film terbaru sekaligus menegaskan posisinya sebagai rumah produksi dengan karya berkualitas dan berprestasi internasional.
Didirikan oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin, Palari Films memulai langkah lewat film Posesif yang meraih tiga Piala Citra di Festival Film Indonesia 2017. Sejak itu, berbagai karya mereka rutin mendapat pengakuan nasional hingga internasional.
Salah satu pencapaian terbesar hadir lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang memenangkan Golden Leopard di Festival Film Locarno—menjadi tonggak sejarah bagi perfilman Indonesia di kancah global. Film ini juga diputar di Toronto International Film Festival dan Busan International Film Festival.
Selain itu, Palari juga sukses lewat Aruna & Lidahnya yang tayang di Berlin International Film Festival, serta Ali & Ratu Ratu Queens yang populer secara global di platform streaming.
7 Film Baru Palari Films
Dalam perayaan 10 tahun, Palari Films mengumumkan tujuh judul film terbaru:
Monster Pabrik Rambut (sutradara Edwin, tayang 4 Juni 2026)
Desember Jani (Ariani Darmawan)
Menari dengan Bayangan (Edwin, eksekutif produser Baskara Putra)
Baju Tebal
I Wanna Dance with Myself (Khozy Rizal)
Goldfish (Aditya Ahmad)
Strange Root (Lam Li Shuen & Mark Chua)
Film Monster Pabrik Rambut telah melakukan world premiere di Berlinale 2026 dan dibintangi Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, dan Lutesha.
Kolaborasi Sineas dan Musisi
Palari Films memperluas kolaborasi lintas disiplin dengan melibatkan sineas dan musisi ternama. Baskara Putra akan membawa album Menari dengan Bayangan ke layar lebar.
Sementara itu, Desember Jani menjadi debut panjang bagi Ariani Darmawan dan digarap sebagai proyek all-women. Film ini juga telah masuk forum Hong Kong Asia Film Financing Forum.
Di sisi lain, sineas muda seperti Khozy Rizal dan Aditya Ahmad turut mengembangkan proyek film panjang setelah sukses di festival seperti Festival Film Cannes dan Berlinale.
Pameran dan Perayaan 10 Tahun
Sebagai bagian dari perayaan, Palari Films menggelar program pemutaran film Eyes Wide Club di Jakarta serta pameran khusus di Museum MACAN yang menampilkan memorabilia perjalanan mereka.
Selain itu, Palari juga merilis merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan Goods Dept.
Komitmen ke Depan
Memasuki dekade kedua, Palari Films menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya reflektif dan relevan melalui kolaborasi global, pengembangan talenta muda, serta eksplorasi kreatif lintas medium.
“Sepuluh tahun adalah awal untuk perjalanan yang lebih besar. Kami ingin terus berlayar dan mengundang lebih banyak kolaborator untuk tumbuh bersama,” ujar Muhammad Zaidy.
Dengan rekam jejak kuat dan proyek ambisius ke depan, Palari Films semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu motor penting dalam perkembangan industri film Indonesia.
